Menikmati Fasilitas Hot Spot

Posted: Agustus 9, 2012 in Uncategorized

Baca koran hari ini, ada liputan menarik tentang fasilitas Hot Spot yg mulai marak di berbagai lokasi di Malang… meskipun ayas sendiri belum mencoba kesemuanya (cuma di sekitar kampus & matos). Artikel berikut ini sepenuhnya ayas ambil dari jawapos.com

Ketika Hot Spot Bertebaran di Malang Raya
Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung lagi. Termasuk dalam hal akses internet. Beberapa tahun lalu, internet seakan menjadi barang langka. Tapi, seiring perkembangan teknologi informatika, publik menjadi familiar dengan fasilitas internet.

Memanfaatkan internet pun tidak lagi ribet. Dengan fasilitas WiFi (wireless fidelity), kita bisa mengakses internet di tempat-tempat tertentu yang memiliki titik akses alias hot spot. Tidak harus ke warung internet (warnet).

Kemudahan itu sudah bisa dinikmati warga Malang Raya. Beberapa lokosi strategis di Kota Malang kini dilengkapi hot spot. Seperti Alun-alun Merdeka, stasiun, kawasan Jalan Ijen, dan perpustakaan umum. Tak ketinggalan beberapa kampus. Maka, bukan pemandangan aneh lagi jika di tempat-tempat itu kita tinggal membuka laptop dan menikmati kemudahan berselancar di dunia maya.

Memang awalnya fasilitas hot-spot ini dimulai dari lingkup kampus. Sekarang ini hampir semua kampus di Malang menyediakan fasilitas hot-spot. Berikut liputannya :

Jika di Pemkot Malang fasilitas sambungan internet tanpa kabel dengan jangkauan luas baru bisa dinikmati pertengahan Juli 2007 lalu, lain lagi di dunia pendidikan. Bahkan, sejak 2006 kampus-kampus di Kota Malang sudah akrab dengan jaringan hot spot. Beberapa kampus yang komitmen dengan perkembangan teknologi, mereka pun berlomba mulai memasang titik-titik akses untuk memudahkan akses internet di semua lokasi.

Tentu saja, selain untuk meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran, karena mahasiswa bisa mengakses sumber ilmu dari manapun, juga untuk membangun image. Tak murah memang untuk mendapatkan fasilitas internet secara gratis. Untuk satu titik hot spot misalnya, perguruan tinggi terkait harus mengeluarkan uang jutaan rupiah.

Pastinya, untuk memasang satu hot spot lengkap dengan perangkat diperlukan dana Rp 10 juta. “Cukup mahal memang. Tapi, demi kualitas dan layanan pendidikan dana tidak dipersoalkan,” ungkap Kahumas Universitas Kanjuruhan M. Mirza.

Pemasangan hot spot itu, kata Mirza, telah dilakukan sejak 2006 lalu. Tepatnya, jelang peresmian gedung rektorat yang baru. Secara menyeluruh, ada empat titik hot spot yang dipasang di kampus ini. Yaitu, di lantai 2 dan 3 gedung baru, satu titik di gedung G, dan satu titik lagi di gedung D dengan total kapasitas 512 Kbps.

Selain Universitas Kanjuruhan, hampir semua kampus di Kota Malang juga memasang titik akses internet itu. Mulai UM, Unibraw, UMM, ITN, Uniga, Universitas Widyagama, STIE Malang Kucecwara, Unmer, Unisma, UIN, Poltek, dan lainnya.

Bahkan, di Unibraw saat ini telah diaplikasikan 100 titik hot spot di tiga area. Yakni, fakultas ekonomi, fakultas kedokteran, dan di seluruh lingkungan universitas, termasuk kantor pusat. “Jumlah itu meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucap Kahumas Unibraw Farid Admadiwirja.

Bukan hanya titik hot spot yang diperbanyak, jumlah bandwidth juga meningkatkan sampai 20 Mbps atau sama dengan 0,84 Kbps per mahasiswa. Kekuatan itu melampaui standar badan akreditasi perguruan tinggi (BAN -PT) yang menstandarkan 0,75 Kbps per mahasiswa. “Sangat terbantu sekali. Dulu, sebelum ada hot spot, untuk akses internet harus ke warnet (warung internet). Tapi, sekarang tinggal duduk manis di taman kampus, menyiapkan laptop dan tinggal klik,” ucap Hendra, mahasiswa FE Unibraw yang baru saja menjalani sidang skripsi di kampusnya kemarin.

Hal yang sama juga diungkapkan Rama. Dengan fasilitas itu, sebagian besar tugas kuliah terbantu. Terutama, tugas-tugas yang mengharuskan mencari literatur internasional. Bukan itu saja, mahasiswa tingkat akhir yang aktif di salah satu organisasi mahasiswa fakultas ekonomi tingkat internasional ini juga sangat mudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di negara lain. “Senang tentunya. Hanya saja, terkadang masih susah mencari sinyal. Kadang ada, kadang juga tak ada. Tapi yang jelas kami sangat terbantu,” beber Rama. (nen/ziz)

Menikmati Fasilitas Hot Spot di Ruang Publik
Dari sekitar kampus, hot-spot mulai menjalar ke tempat-tempat umum dan fasilitas publik, mulai tempat rekreasi, perpustakaan umum, hingga mall. Berikut liputannya :

Internetan, Tak Lagi di Warnet
Pemkot Malang berupaya mengikuti perkembangan teknologi informatika dengan menyediakan fasilitas WiFi (Wireless Fidelity) di lokasi-lokasi strategis di Kota Malang. Fasilitas internet tanpa kabel tersebut disediakan gratis alias tanpa bayar.

WiFi awalnya ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dalam sebuah Lokal Area Network (LAN). Dalam perkembangannya, lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan ketika seseorang dengan laptop, telepon seluler, atau PDA (personal digital assistant) terhubung dengan internet dengan memanfaatkan titik akses (atau dikenal dengan hot spot) terdekat.

Pengenalan fasilitas ini oleh pemkot untuk kali pertama dilakukan di area Tarekot (taman rekreasi kota) pada Juli 2007. Saat itu pemilik PDA, laptop, atau telpon selular berteknologi WiFi, bisa mengakses internet seraya menikmati satwa dan rindangnya pepohonan di tarekot.

Menurut Kepala KPDE (Kantor Pengelolaan Data Elektronik) Tri Widyani, fasilitas WiFi di tarekot merupakan salah satu wujud dari proyek bantuan Asia Pasifik Telekomunikasi (APT) untuk Kota Malang. Wujud lain dari bantuan tersebut adalah pembangunan insfrastruktur jaringan intranet di beberapa titik. Antara lain, di seputar balai kota dan di beberapa kantor dalam lingkup sekretariat daerah.

Pemkot kembali meningkatkan penyediaan titik hot spot (titik akses WiFi) di 65 lokasi pada 7 September 2007. Rilis program kerja sama dengan Telkom tersebut dilakukan di Alun-alun Kota Malang. Titik-titik itu akan ter-cover seratus persen dalam waktu beberapa minggu. Area yang sudah ter-cover antara lain Jalan Ijen, Alun-Alun Merdeka, stasiun, Matos, kawasan Stadion Gajayana, perpustakaan umum, kawasan Tugu, DPRD, jalan-jalan utama di Kota Malang, serta kampus.

Pemkot menginginkan, penambahan jumlah hot spot tersebut menjadi salah satu tujuan menjadikan Malang Kota cerdas. “Perluasan akses Wi-Fi gratis menjadi salah satu langkah menuju ke sana. Kami sediakan bandwidth sekitar 2 megabyte,” kata Tri.

Bagi pemilik PDA, laptop atau ponsel dengan teknologi WiFi, aksesnya cukup mudah. Untuk laptop versi terbaru sudah terdapat perangkat keras WiFi on board (sudah terpasang di dalamnya). Bagi pemilik laptop yang lama, tetap bisa menggunakan fasilitas WiFi. Caranya dengan meng-install WiFi PC cards yang berbentuk kartu di PCMCI. Atau disambungkan lewat USB. Sementara untuk PDA, pemakai dapat meng-install compact flash format WiFi radio di slot yang telah tersedia.

Tri mengatakan, WiFi yang disediakan oleh pemkot sifatnya gratis. Sedangkan WiFi yang disediakan swasta, biasanya harus membayar. Akses gratis tersebut dimungkinkan, karena pihaknya mendapat dana APBD untuk perawatannya. Dalam APBD 2008, diperkirakan perawatan jaringan telematika Malang online dialokasikan Rp 103 juta. (yos/ziz)

http://lunjap.wordpress.com/2008/02/04/menikmati-fasilitas-hot-spot/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s